Bandung,INFOAKTUALNEWS.COM_ Perhutani KPH Bandung Selatan mengambil langkah mitigasi penting dengan menyediakan air bersih saat memasuki musim kemarau tahun ini.
Air bersih yang akan disalurkan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih berumber dari Gunung Puntang, yang berada di RPH Legawa, BKPH Banjaran, Perhutani KPH Bandung Utara.
” Kebetulan sebelumnya saya mewakili Administratur Perhutani Bandung Utara sudah melakukan rapat dengan pihak BPBD Kabupaten Bandung serta stake holder lainnya. Kami membahas bagaimana memitigasi sulitnya pasokan air bersih yang timbul saat kemarau panjang, ” beber Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan Harry Soediana kepada wartawan, di Bandung, Rabu (1/6/2026).
Adanya kemarau panjang, disebutkan Harry bersumber dari informasi BMKG yang merilis perkiraan terjadinya kemarau panjang tahun ini.
” Ya perkiraan adanya kemarau panjang sudah dipaparkan BMKG mulai pertengahan Juni hingga Oktober 2026″, ujarnya.
Penyaluran air bersih dari Gunung Puntang nantinya dilakukan melalui mobil tangki lalu ditampung terlebih dahulu di area penampungan.
Hal tersebut sudah dipetakan Perhutani KOH Bandung Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung bersama elemen lainnya agar penyaluran air bersih berjalan tertib.
” Penyaluran air bersih ini sebagai bukti,kami Perhutani selalu peduli dengan masyarakat. Dan ini jadi momen pengingat betapa pentingnya hutan bagi manusia, ” jelasnya.
Gunung Puntang dikenal memiliki sumber air yang relatif stabil kendati saat musim kemarau. Air bersumber dari Curug Siliwangi. Hal ini tidak terlepas dari tutupan kawasan hutan yg baik.
Harry menegaskan sumber air dari Gunung Puntang disamping bersih karena berumber dari hutan yang tidak terkontaminasi limbah, dari sisi penyaluran juga relatif tidak sulit karena memiliki akses yang cukup baik.
” Air nya bagus itu berarti catchment area nya juga bagus dan kami pastikan bagus karena tidak terjamah oleh masyarakat karena dalam hutan jadi mohon maaf tidak ada limbah dan sebagainya, ” tuturnya.
Meski tidak menyebutjan secara rinci berapa volume air yang bisa disediakan saat dibutuhkan pasilan air bersih, Harry menilai aksi kolaboratif yang terjadi menghasilkan solusi yang ampuh untuk mengurangi masyarakat yang kekurangan air bersih saat kemarau.
” Yang pasti kolaborasi dengan BPBD, PDAM dan lainnya menghasilkan solusi penting karena menyangkut kebutuhan yang sangat mendasar yaitu air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat. Itu yang harus kita apresiasi bersama, “pungkasnya.(***)












