20 Desa di Sumbawa Siap Gelar Pilkades, Dua Desa Ikuti Tes karena Calon Lebih dari Lima Orang

SUMBAWA, infoaktualnews.com — Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Sumbawa semakin dekat. Sebanyak 20 desa di Kabupaten Sumbawa dipastikan siap melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.

Pelaksanaan Pilkades tersebut menjadi perhatian publik karena akan menentukan sosok pemimpin yang dipercaya masyarakat untuk memimpin desa dalam beberapa tahun ke depan. Kepala desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan pembangunan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mengelola pemerintahan desa serta memastikan berbagai program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam tahapan Pilkades kali ini, terdapat dua desa yang harus melaksanakan tahapan tes bagi para bakal calon kepala desa. Tes tersebut diberlakukan karena jumlah calon yang mendaftar di masing-masing desa lebih dari lima orang.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Sumbawa, I. Made Patrya, mengatakan dua desa yang akan mengikuti tahapan tes tersebut yakni Desa Dete, Kecamatan Lape, dan Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes.

“Ada dua desa nanti yang ikut tes. Karena calonnya lebih dari lima orang. Desa tersebut adalah Desa Dete Kecamatan Lape dan Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes,” ungkap I. Made Patrya.

Menurutnya, pelaksanaan tes menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan proses seleksi calon kepala desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan jumlah calon yang cukup banyak, proses tersebut diharapkan dapat berlangsung secara objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan, tes bagi para calon kepala desa tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus mendatang. Pemerintah daerah melalui BPMD telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan tahapan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Untuk pelaksanaan uji kompetensi tersebut, BPMD Kabupaten Sumbawa telah menjalin kerja sama dengan Universitas Samawa (UNSA). Kerja sama tersebut dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari upaya menghadirkan proses pengujian yang profesional dan independen.

“Saat ini tim dari BPMPD sudah melakukan MoU dengan Universitas Samawa (UNSA),” jelasnya.

I. Made Patrya menambahkan, tim yang akan melaksanakan pengujian terhadap para calon kepala desa nantinya berasal dari Universitas Samawa. Materi yang diberikan dalam tes tersebut akan berkaitan dengan wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh seorang calon kepala desa.

“Tim uji tes nantinya dari UNSA. Dalam tes tersebut nantinya yakni tentang wawasan seputar pengetahuan sebagai calon kepala desa,” katanya.

Tes tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk melihat sejauh mana pemahaman para calon terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab seorang kepala desa. tambahnya.

Sebab, kata dia, menjadi kepala desa bukan hanya persoalan memperoleh dukungan suara masyarakat. Lebih dari itu, seorang kepala desa dituntut memiliki kemampuan dalam memahami pemerintahan desa, pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan berbagai potensi yang dimiliki desa. imbuhnya.

Kehadiran pemimpin desa, terang Made Patriya yang memiliki wawasan dan kemampuan memadai dinilai sangat penting, mengingat desa saat ini memiliki peran yang semakin besar dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya tahapan tes terhadap calon kepala desa yang jumlahnya lebih dari lima orang, proses Pilkades di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat berlangsung secara tertib, demokratis dan sesuai dengan regulasi. sambungnya.

Masyarakat di 20 desa yang akan melaksanakan Pilkades pun diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun persatuan dan keamanan masyarakat tetap harus menjadi prioritas bersama. ajaknya.

Pemerintah daerah juga berharap terus memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan transparan, adil dan profesional, sehingga kepala desa yang terpilih nantinya benar-benar merupakan sosok yang mendapat kepercayaan masyarakat serta mampu membawa desanya menuju arah pembangunan yang lebih baik. ujarnya.

Untuk itu, semakin dekatnya pelaksanaan Pilkades, perhatian masyarakat kini mulai tertuju kepada para calon yang akan bertarung di masing-masing desa. Persaingan politik di tingkat desa dipastikan akan berlangsung dinamis, namun diharapkan tetap mengedepankan persaudaraan, keamanan dan kepentingan masyarakat. pungkasnya.

“Pilkades bukan sekadar memilih seorang kepala desa, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan desa melalui pilihan yang bertanggung jawab,” pesan Made Patriya (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)