Herman: Program “Sumbawa Hijau Lestari” Untuk Selamatkan Hutan,Lingkungan dan Generasi Sumbawa

SUMBAWA, infoaktualnews.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan terus digelorakan melalui program unggulan Sumbawa Hijau Lestari yang diinisiasi Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP.

Program tersebut bukan sekadar gerakan penghijauan, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menyelamatkan hutan, menjaga lingkungan, sekaligus memastikan generasi Sumbawa di masa depan tetap memiliki ruang hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Hampir di setiap momentum penting, Bupati Jarot terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Pesan tersebut dinilai penting mengingat kelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pimpinan Redaksi Media Beritapembaharuan, Hermansyah Idris, menilai program Sumbawa Hijau Lestari mulai menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.

Menurut Herman, salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat ketika Bupati Sumbawa melakukan kegiatan penanaman bersama Kelompok Tani Pada Idi, Desa Kuris, Kecamatan Lape, yang diinisiasi oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat penghijauan mulai tumbuh sebagai gerakan bersama. Masyarakat tidak hanya diajak untuk menjaga kawasan hutan, tetapi juga didorong memanfaatkan lahan-lahan kering agar menjadi lebih produktif, bernilai ekonomi, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Herman menilai keterlibatan kelompok masyarakat seperti KKSS dan Kelompok Tani Pada Idi merupakan langkah positif dalam memperkuat implementasi program Sumbawa Hijau Lestari.

“Program ini akan semakin kuat apabila masyarakat ikut bergerak. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Ketika masyarakat, kelompok tani, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen daerah mengambil bagian, maka Sumbawa Hijau Lestari akan menjadi gerakan bersama,” ujar Herman.

Sementara itu, Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot sebelumnya memberikan apresiasi terhadap inisiatif KKSS dan Kelompok Tani Pada Idi yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan penghijauan.

Menurut Bupati, keterlibatan masyarakat tersebut sejalan dengan semangat Sumbawa Hijau Lestari yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga lingkungan.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan lahan-lahan kering menjadi tidak produktif. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan menanam berbagai jenis pohon, terutama tanaman buah yang memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi.

Penanaman pohon produktif dinilai memiliki manfaat ganda. Selain membantu menjaga keseimbangan lingkungan, memperbaiki kualitas lahan dan mendukung penghijauan, tanaman buah juga berpotensi menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Bahkan, keberadaan tanaman produktif dapat meningkatkan nilai manfaat dan nilai ekonomi lahan apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Bagi Bupati Jarot, gerakan menanam pohon bukan sekadar aktivitas seremonial. Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan bentuk investasi untuk kehidupan generasi yang akan datang.

“Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kebaikan dan kehidupan untuk anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak boleh hanya dilihat sebagai kebutuhan hari ini. Kerusakan hutan, berkurangnya sumber air, degradasi lahan dan perubahan kondisi lingkungan akan menjadi beban generasi berikutnya apabila tidak ditangani sejak sekarang.

Karena itu, Sumbawa Hijau Lestari diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah program pemerintah, melainkan berkembang menjadi gerakan moral dan gerakan sosial seluruh masyarakat Sumbawa.

Dengan semangat gotong royong, lahan-lahan kritis dan kering dapat dihijaukan, kawasan lingkungan dapat dijaga, sekaligus dibangun sumber-sumber ekonomi baru berbasis tanaman produktif.

Gerakan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan, menjaga kehidupan dan mewariskan Sumbawa yang lebih hijau kepada generasi mendatang. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)