News  

Hutan Gunung Puntang Banjaran Serupa Rumah Nyaman Bagi Satwa Owa Jawa

Bandung,infoaktualnews.com_Sumber daya hutan tidak semata berorientasi pada manfaat sebagai daya dukung kehidupan manusia. Ia tempat hidup dan berkembang sumber daya alam hayati yang dikandungnya. Tanaman, binatang bahkan menjadi tempat berlindung yang aman bagi satwa langka.

Seperti yang terjadi di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Bandung Selatan. Terdapat area penangkaran dan pengamatan satwa endemik langka yaitu Owa Jawa ( Hylobates moloch).

Owa Jawa berada di Gunung Puntang yang berada dalam kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan. Tepatnya di petak 31, RPH Banjaran, BKPH Banjaran atau secara administratif masuk diwilayah kabupaten Bandung.

Asper BKPH Banjaran Yogo Pramono mengatakan salah satu keberhasilan penangkaran Owa Jawa karena terdapat tegakan yang buahnya jadi pakan yang disukai Owa Jawa.

” Area penangkaran itu berupa hutan.Didalamnya ada pohon kalau masyarakat sekitar menyebutnya pohon konyal, ada nagari dan jantung pohon pisang manggal yang jadi makanan Owa Jawa, ” jelasnya.

Total luas hutan di BKPH Banjaran mencapai 8.161 hektar. Didalamnya kawasan yang dijadikan area penangkaran Owa Jawa seluas 1.090 hektar.

Disebutkan Yogo hutan dikawasan Gunung memiliki sejarah dengan Owa Jawa. sebab sebelumnya Owa Jawa pernah hidup di kawasan tersebut.

” Sebelumnya Owa Jawa pernah hidup di Gunung Puntang. Tapi mungkin karena waktu jadi punah. kemudian di coba kembali melakukan penangkaran dan dilepas liarkan ternyata bisa beradaptasi, ” kata Yogo dikantor Perhutani KPH Bandung Selatan, di Jalan Cirebon No 4 , Kota Bandung, Jumat (28/08/2026).

Penangkaran Owa Jawa di kawasan hutan Gunung Puntang telah berlangsung sejak 2013 dan dikelola oleh Yayasan Owa Jawa.

Kini kawasan hutan Gunung Puntang menjadi rumah yang nyaman bagi habitat Owa Jawa. Kenyamanan tersebut tercermin dari jumlah populasi Owa Jawa yang bertambah.
” Informasi terakhir dari yayasan Owa Jawa itu awalnya ada tujuh belas pasang Owa Jawa dan data terakhir tercatat berkembang biak sama turunannya kini ada empat puluh dua ekor, ” ungkapnya.

Menurut Yogo keberhasilan tersebut mempunyai makna yang cukup dalam bagi institusi Perum Perhutani yakni turut berkontribusi melestarikan satwa langka yang dilindungi, yakni Owa Jawa.

Bahkan lebih jauh, keberhasilan tersebut menjadi penanda kondisi hutan sebagai kawasan lahan tutupan terjaga dengan baik.

” Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena Perhutani Bandung Selatan ikut berkontribusi menyelamatkan dan melestarikan Owa Jawa. Secara ekologis ini sekaligus menunjukan secara ekologis kawasan hutan dalam kondisi yang baik, ” bebernya.

Keberhasilan tersebut memantik ketertarikan kalangan akademik menjadikan penangkaran Owa Jawa sebagai objek penelitian berijin. Seperti yang pernah dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor, Univesitasi Winaya Mukti dan Universitas Jambi.

Dari potret keberhasilan penangkaran Owa Jawa di kawasan Hutan Gunung Puntang, BKPH Banjaran, KOhy Perhutani Bandung Selatan Yogo mengajak semua elemen untuk bahu membahu menjaga kelestarian hutan. Terlebih di dalam area penangkaran terdapat sumber air yang menopang kehidupan warga sekitar hutan.

” Kelestarian kawasan hutan harus dijaga bersama karena didalam area penangkaran terdapat sumber mata air yang menghidupi warga di empat desa 4 yaitu desa Campaka Mulia, Mekar Mulia , Mekar Jaya dan Pasir Huni, ” pungkasnya. (***).

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)