SUMBAWA, infoaktualnews.com – Kinerja penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga 23 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah menembus angka Rp14 miliar lebih, menjadi salah satu penyumbang penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa.
Capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yakub, saat memberikan keterangan terkait perkembangan penerimaan pajak daerah tahun 2026.
Menurut Yakub, realisasi penerimaan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga 23 Juni 2026 telah mencapai Rp7.173.372.405, atau sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, penerimaan dari Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp7.562.487.824, atau sekitar 58 persen dari target tahunan.
Dengan capaian tersebut, total penerimaan dari kedua sektor pajak tersebut telah mencapai lebih dari Rp14,7 miliar, angka yang dinilai cukup menggembirakan di pertengahan tahun anggaran 2026.
“Alhamdulillah, hingga saat ini realisasi penerimaan Opsen PKB dan BBNKB menunjukkan perkembangan yang baik. Ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan terus meningkat,” ujar Yakub.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan penerimaan dari sektor Opsen PKB dan BBNKB sebesar Rp17 miliar lebih. Seluruh penerimaan tersebut secara langsung masuk ke Kas Daerah dan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat sebagai wajib pajak.
Oleh karena itu, Bapenda Kabupaten Sumbawa terus melakukan berbagai langkah strategis guna mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan sosialisasi secara masif di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu serta manfaat pajak bagi pembangunan daerah.
“Kami telah melaksanakan sosialisasi di beberapa titik strategis, mulai dari wilayah barat di Kantor Camat Alas, wilayah timur di Kantor Camat Empang, kemudian di Kecamatan Lape, hingga di kawasan Car Free Night (CFN) Kota Sumbawa Besar. Kegiatan ini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat,” jelas Yakub.
Pria yang akrab disapa Yakub itu menambahkan bahwa seluruh rangkaian sosialisasi berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat semakin memahami bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga program-program pemberdayaan ekonomi.
“Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan baik. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan terus meningkat sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai bahkan terlampaui,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bapenda Kabupaten Sumbawa akan terus mengintensifkan berbagai strategi optimalisasi pendapatan daerah, termasuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak, serta melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Dengan capaian yang telah menyentuh lebih dari Rp14 miliar pada semester pertama tahun 2026, Bapenda Sumbawa optimistis target penerimaan Opsen PKB dan BBNKB dapat tercapai sebelum akhir tahun. Bahkan, peluang untuk melampaui target terbuka lebar apabila tren kepatuhan wajib pajak terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan ke depan.
Peningkatan penerimaan dari sektor pajak kendaraan ini diharapkan menjadi energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (IA)












