SUMBAWA, infoaktualnews.com — Program Safari Sumbawa Menanam yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendapat penilaian positif. Program penanaman yang didukung anggaran sekitar Rp1,2 miliar pada 2025 tersebut dinilai menunjukkan hasil cukup menggembirakan, terutama dari pertumbuhan tanaman yang ditanam di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, mengatakan program tersebut mulai memperlihatkan hasil. Dua jenis tanaman yang menjadi bagian dari program, yakni sengon dan kemiri, dinilai mampu tumbuh dengan baik di sejumlah kecamatan. ungkapnya, Rabu (12/8).
Menurut Pipin, beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Kecamatan Empang, Utan, dan Moyo Hilir. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman yang ditanam dalam program tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.
“Dari beberapa kecamatan seperti Empang, Utan dan Moyo Hilir, penanaman dua jenis tanaman tersebut dinilai berhasil tumbuh dengan baik,” ujar Pipin.
Meski demikian, Pipin menegaskan keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari proses penanaman. Menurutnya, tahap pemeliharaan dan keberlanjutan tanaman menjadi tantangan penting agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Terlebih, Safari Sumbawa Menanam merupakan salah satu langkah yang terus dikembangkan Pemkab Sumbawa dalam mendukung penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Ke depan program ini harus ada perbaikan dan evaluasi, karena hal ini baru dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Pipin juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat secara menyeluruh. Pelibatan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memastikan tanaman yang telah diberikan dan ditanam dapat dirawat, dijaga, serta dikelola secara berkelanjutan.
“Ke depan program ini harus melibatkan pihak desa dan masyarakat secara menyeluruh, agar apa yang telah kita berikan dapat dijaga dan dikelola dengan baik oleh mereka nantinya,” tegasnya.
Selain dukungan melalui kebijakan pemerintah daerah, Pipin menyebut program tersebut juga mendapat dukungan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sumbawa. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program penghijauan di berbagai wilayah.
Ia berharap Safari Sumbawa Menanam tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial penanaman, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, desa dan masyarakat.
Dengan pola pengelolaan yang lebih terintegrasi, keberadaan tanaman sengon dan kemiri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
“Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana tanaman tersebut bisa terus hidup, dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)









