Luar Biasa! Masyarakat Adat Gelar Ritual Adat Selamatkan Wilayah Hutan

  • Bagikan

Sumbawa, InfoaktualNews –

Berbagai bencana melanda negeri ini, salah satunya, bencana Banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat diakibatkan oleh beberapa bagian dari wilayah tersebut terjadi berbagai kerusakan hutan yang semakin parah akibat keserakahan manusia dalam mengekploitasi hutan dalam wilayah adat. Demi melestarikan dan menjaga kelestarian dan kemanfaatan hutan adat di dalam wilayah masyarakat adat, mereka  menyelenggarakan ritual adat pada masing-masing masyarakat adat yang ada di Kabupaten Sumbawa dan kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Pada tanggal 15 – 17 Desember 2020 secara berturut-turut  selama 3 hari oleh sebagian besar masyarakat adat yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Diketahui, masyarakat adat Cek Bocek Desa Lawin Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa melakukan ritual adat Pungka Inu, Selasa (15/12), Ritual adat tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan hutan adat yang setiap tahun yang dilakukan oleh komunitas adat Cek Bocek, Kegiatan ritual ini bertujuan untuk keselamatan Hutan Adat dalam wilayah adat.

Seperti biasa kegiatan diawali dengan prosesi upacara adat yakni memohonkan kepada alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang menurut masyarakat adat Cek Bocek telah menganugerahkan pohon-pohon yang tumbuh secara turun temurun agar tetap terjaga secara berkesinambungan yang diwarisi untuk anak cucu dari generasi ke generasi tetap terjaga dan lestari. Lanjut ketika usai ritual adat selesai dilakukan maka kemudian dilakukan penanaman pohon di hutan adat dalam wilayah adat tersebut.

Sementara itu, hal yang sama dilaksanakan juga ritual adat eneng Ujan Pedeng desa mamak kec. lopok kab. Sumbawa, Rabu (16/12), Ritual adat tersebut dilakukan oleh komunitas adat Usal Ponto Ai Padeng. Dimana Kegiatan ritual adat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa pujian-pujian oleh masyarakat adat Ponto Ai Padeng kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk meminta hujan, kendati ritual adat ini berbeda dengan ritual adat yang biasa dilakukan pada umumnya sebab ritual ini dilaksanakan di lahan hutan keramat masyarakat adat Usal Ponto Ai Padeng dan datang berziarahi ke kuburan tua milik leluhur masyarakat adat Usal Ponto Ai Padeng.

Begitupula dengan ritual adat yang dilaksanakan masyarakat adat rebu payung Desa Sepayung Kec. Plampang Kab. Sumbawa yakni ritual adat sedekah Rau, Kamis (17/12), Ritual tersebut merupakan ritual adat dengan melakukan sedekah dengan membuat nasi bambu yang diawali dengan pembacaan kitab Al-Barzanzi yang kemudian dilanjutkan dengan sarakal serta Do’a untuk memohon keridhoan dan rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa agar tanaman yang ditanam di ladang dalam wilayah adat dapat menghasilkan sesuai dengan harapan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (18/12), ketua BPH AMAN Sumbawa Jasardi Gunawan, S.IP., MH. Menyatakan bahwa masing-masing masyarakat adat baik yang ada di Kab. Sumbawa dan Sumbawa Barat mempunyai kearifan lokal dalam bentuk ritual adat yang beragam dalam mengelola wilayah adat terutama hutan adat tempat mereka melangsungkan kehidupan, Menurutnya, masyarakat adat rutin melakukan ritual dalam menyatukan kelompok atau komunitas dengan alam serta lingkungan agar tetap selaras, serasi dan seimbang dalam melindungi wilayah adat – adat mereka dari gangguan yang dapat merusak Hutan dan lingkungan. ungkapnya.

Kendati demikian, keberadaan masyarakat adat, kata Jas sapaan akrabnya, tidak bisa dilepas dari hak tradisional yang turun temurun yang diakui oleh konstitusi negara. Khususnya, Pasal 18B ayat (2) dan pasal 28i, dimana negara mengakui eksistensi masyarakat adat berdasarkan nilai-nilai tradisional sepanjang masih hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Jas juga menjelaskan masyarakat adat bukanlah kelompok yang harus ditakuti keberadaannya oleh pengambil kebijakan baik oleh negara, pemerintah provinsi maupun Kabupaten/kota, akan tetapi harus dihormati serta diakui serta diakomodir sebagai bentuk kebhinekaan dan keberagaman yang ada dalam negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih jauh Jas juga menyatakan bahwa kehadiran pengurus AMANDA Sumbawa dalam kegiatan ritual adat pada masing-masing masyarakat adat karena mendapat undangan dari ketua adat, selain itu, pengurus AMANDA Sumbawa juga mendapatkan kegiatan ritual yang dimana juga dihadiri dari unsur-unsur pemerintah desa, Kecamatan serta tokoh-tokoh masyarakat pada desa yang memiliki masyarakat adat tersebut.

“Kegiatan Ritual adat ini tetap berlanjut disejumlah masyarakat adat yang ada di Kab. Sumbawa dan Sumbawa Barat,” tutupnya. (IA-Dy)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)