RDP Bullying, Komisi IV Sumbawa Lahirkan 6 Rekomendasi Strategis Demi Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

Sumbawa, infoaktualnews.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menunjukkan keseriusan penuh dalam memerangi kasus perundungan (bullying) yang kian menjadi perhatian publik. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing yang digelar di ruang rapat pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/04/2026), para wakil rakyat bersama berbagai pemangku kepentingan pendidikan duduk bersama merumuskan langkah konkret guna menghentikan bullying di lingkungan sekolah.

RDP tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov., didampingi anggota Komisi IV yakni Syamsul Hidayat, S.E., M.Si., Sukiman, S.Pd.I., Bunardi, A.Md.Pi., dan Ema Yuniarti. Hadir pula Ketua IISWARA Kabupaten Sumbawa, Dewan Pendidikan, KCD DIKPORA NTB wilayah Sumbawa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Korwil Pendidikan Kecamatan Orong Telu, pihak SMKN 1 Plampang, hingga orang tua korban.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan komitmen bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Bullying Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan Sumbawa

Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Muhammad Takdir, menegaskan bahwa kasus bullying bukan persoalan sepele, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda yang harus ditangani secara kolektif dan sistematis.

“Kasus bullying di lingkungan pendidikan adalah persoalan serius yang harus diselesaikan bersama. Ke depan, kita perlu SOP yang jelas agar kasus seperti ini tidak terulang lagi. Bahkan, bila perlu dibentuk satgas khusus yang fokus menangani perundungan di Kabupaten Sumbawa, khususnya di dunia pendidikan,” tegas Takdir.

Menurutnya, laporan yang masuk ke Komisi IV saat ini telah mencatat sedikitnya empat kasus bullying yang menjadi perhatian. Namun angka tersebut dikhawatirkan hanya puncak gunung es dari persoalan yang lebih besar.

“Jangan sampai masih banyak kasus lain yang tidak terungkap. Ini bisa merusak psikologis anak, membuat mereka trauma, kehilangan semangat belajar, bahkan malas bersekolah,” ujarnya.

Fraksi PAN Dorong SOP Tegas dan Satgas Khusus

Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Syamsul Hidayat, S.E., M.Si., menegaskan perlunya langkah tegas melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bullying yang terstruktur dan wajib diterapkan di seluruh sekolah.

“Kejadian kekerasan maupun bullying harus dijawab dengan ketegasan bersama. SOP wajib ada, dan pembentukan satgas khusus sangat penting dengan melibatkan Dewan Pendidikan agar pengawasan berjalan maksimal,” tegas Dayat.

Menurutnya, tanpa mekanisme baku, penanganan kasus bullying berisiko tidak konsisten dan bisa mengabaikan perlindungan korban.

Guru Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Sementara itu, anggota Komisi IV Bunardi, A.Md.Pi., menyoroti pentingnya peran guru sebagai figur orang tua di sekolah.

“Guru adalah orang tua pendidik. Peran mereka sangat penting dalam mencegah bullying melalui edukasi rutin, pengawasan, dan pembinaan karakter siswa,” katanya.

Ia menilai sosialisasi berkelanjutan tentang bahaya bullying harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan hanya respons ketika kasus terjadi.

SMKN 1 Plampang Akui Evaluasi Internal

Dalam forum tersebut, pihak SMKN 1 Plampang menyampaikan penyesalan atas kasus yang terjadi dan menegaskan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami tidak pernah menginginkan kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk memperbaiki sistem pengawasan dan penyelesaian,” ujar pihak sekolah.

Sekolah juga berkomitmen melakukan mediasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk siswa dan orang tua.

Dikbud Sumbawa Temukan Akar Masalah: Minim Komunikasi Orang Tua-Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., mengungkapkan bahwa berdasarkan pendekatan sosiometri yang dilakukan pada lima SMP, salah satu pemicu munculnya kekerasan adalah lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak.

“Hasil sampel menunjukkan adanya ruang komunikasi yang kurang antara orang tua dan anak. Jadi, persoalan bullying bukan hanya masalah sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga,” jelasnya.

Sebagai solusi, Dikbud telah meluncurkan berbagai program kolaboratif seperti festival permainan rakyat, “1 Jam Bersama Ayah dan Gurunya,” serta “Malam Seribu Cahaya” dalam momentum Hardiknas 2026.

Program-program ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara anak, guru, dan keluarga sebagai benteng utama pencegahan bullying.
Dewan Pendidikan: Bullying Adalah Tanggung Jawab Bersama
Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa melalui Zainuddin, S.E., S.H., menegaskan bahwa bullying bukan semata kesalahan pelaku.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Bisa jadi ada peran kurangnya perhatian dari orang tua, guru, maupun lingkungan,” ujarnya.

Enam Rekomendasi Besar untuk Revolusi Sekolah Aman

Sebagai hasil konkret, Komisi IV DPRD Sumbawa melahirkan enam rekomendasi strategis:
1. Penyusunan SOP pencegahan dan penanganan bullying serta evaluasi fasilitas sekolah, termasuk pemasangan CCTV untuk menghilangkan area blind spot.
2. Optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di seluruh sekolah sesuai regulasi nasional.
3. Fakta integritas anti-bullying bagi siswa dan orang tua saat penerimaan peserta didik baru.
4. Sosialisasi masif oleh sekolah, komite, dan Dewan Pendidikan terkait deteksi dini bullying.
5. Pengawasan orang tua terhadap penggunaan perangkat digital guna mencegah cyber bullying.
6. Penguatan program kolaboratif antara anak, guru, ayah, dan ibu guna membangun komunikasi sehat dari rumah ke sekolah.

Menuju Sumbawa Zero Bullying

RDP ini menjadi tonggak penting bahwa Kabupaten Sumbawa tidak ingin sekadar bereaksi terhadap kasus, tetapi membangun sistem perlindungan menyeluruh bagi anak-anak.

Komisi IV DPRD Sumbawa berharap seluruh rekomendasi segera dieksekusi agar sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang aman untuk bertumbuh tanpa rasa takut.

Dengan sinergi DPRD, pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, Sumbawa kini sedang menapaki langkah besar menuju cita-cita Zero Bullying, demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)