Sumbawa, infoaktualnews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa menyiapkan pembenahan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mencetak tenaga kerja lokal yang siap memenuhi kebutuhan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menjelang tahapan konstruksi tambang pada 2027 dan produksi pada 2030 mendatang.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin, S.E., M.Si., mengatakan peningkatan fasilitas dan peralatan BLK menjadi langkah awal yang diprioritaskan pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
“Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu memperbaiki bangunan dan peralatan BLK Kabupaten Sumbawa agar mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Hal ini juga menjadi penekanan dari Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/05/2026).
Menurut Khaeruddin, upaya pengembangan BLK tersebut telah diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Disnakertrans dan PT AMNT. Kerja sama itu selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan perusahaan di sektor pertambangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menargetkan masyarakat ber-KTP Sumbawa dapat menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja, dengan tetap mengedepankan kompetensi dan keterampilan.
“Bupati Sumbawa menginginkan tenaga kerja lokal menjadi prioritas, khususnya masyarakat yang ber-NIK Kabupaten Sumbawa, tetapi tetap harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” katanya.
Tahap awal yang akan dilakukan yakni pembenahan sarana BLK, mulai dari kondisi bangunan hingga penyesuaian sejumlah peralatan pelatihan. Disnakertrans juga akan memperbaiki fasilitas pelatihan alat berat karena kondisi bangunannya dinilai sudah tidak memadai, terutama pada bagian pondasi.
Khaeruddin menyebutkan, pembenahan BLK ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026 melalui dukungan pendanaan dari PT AMNT dalam bentuk program CSR yang sebelumnya telah melalui proses asesmen.
Setelah fasilitas BLK selesai ditingkatkan, Disnakertrans berencana memperluas berbagai pelatihan kerja yang berkaitan dengan kebutuhan industri pertambangan, tanpa menghentikan program pelatihan rutin yang selama ini telah berjalan.
“Ketika BLK sudah berjalan optimal, kami akan melaksanakan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja. Bila perlu, instrukturnya langsung dari PT AMNT agar materi pelatihannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ungkapnya.
Selain itu, Disnakertrans juga akan membuka seleksi peserta pelatihan mekanik, welder, dan kelistrikan pada bulan depan. Program tersebut terbuka bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Sumbawa. Proses seleksi direncanakan berlangsung di Universitas Samawa mengingat jumlah pendaftar diperkirakan mencapai ribuan peserta, sementara pelatihannya akan dilaksanakan di BLK Kabupaten Sumbawa.
Khaeruddin berharap keberadaan PT AMNT nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa.
“Kita berharap seluruh prosesnya berjalan lancar karena persoalan ketenagakerjaan merupakan hal yang sangat krusial dan sensitif. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan, kami ingin masyarakat Sumbawa benar-benar merasakan manfaat dari keberadaan tambang,” pungkasnya. (IA)










