SUMBAWA, infoaktualnews.com – Kabupaten Sumbawa kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Indonesia ini mendapat dukungan Program Hibah Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program strategis tersebut merupakan skema pendanaan riset kolaboratif yang dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha.
Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Saifuddin SP., Rabu (20/5).
Dalam program ini, kata Saifuddin, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Teknologi Sumbawa dan STIKOM Bali membentuk konsorsium riset bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa serta mitra dunia usaha CV Mataram Karya.
Kolaborasi lintas institusi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi peternakan modern yang disesuaikan dengan karakteristik peternakan khas Kabupaten Sumbawa. Tim konsorsium melakukan analisis mendalam terhadap prinsip dasar, pola pengelolaan ternak, hingga formulasi konsep teknologi yang dinilai tepat diterapkan bagi peternak lokal.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan inovasi daerah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara tim konsorsium dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa. bebernya.
Dari hasil pengembangan riset tersebut, lahirlah konsep inovatif bertajuk “Sumbawa Digital Ranch”. Sistem ini merupakan platform peternakan cerdas berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things (AI-IoT) yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aspek peternakan dalam satu ekosistem digital terpadu. tambah Saifuddin.
Melalui platform, ucap Saifuddin, pengelolaan ternak tidak hanya mencakup pemantauan kesehatan dan populasi hewan ternak, tetapi juga pengelolaan padang penggembalaan, sistem distribusi pasar, peluang investasi, hingga pengembangan wisata peternakan berbasis teknologi.
Konsep “Sumbawa Digital Ranch” dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter peternakan tradisional Sumbawa yang selama ini dikenal bersifat ekstensif, musiman, dan minim intervensi manual. Teknologi yang diterapkan diharapkan mampu menghadirkan sistem peternakan yang lebih modern, efisien, dan presisi tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat peternak. terangnya.
Program hibah riset ini, sambung dia, juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi digital sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, meningkatkan produktivitas dan daya saing peternak lokal, inovasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat posisi Sumbawa sebagai daerah unggulan peternakan nasional berbasis teknologi. imbuhnya.
Dengan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, Kabupaten Sumbawa kini dinilai memiliki peluang besar menjadi percontohan pengembangan smart ranch atau peternakan digital di Indonesia. ujarnya. (IA)












