Sumbawa Barat, infoaktualnews.com – Keputusan panitia pertandingan antara Rarak 1 dan Seminar saat Turnamen Bola Volly Bintang Bano Cup yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan cenderung menyudutkan Rarak 1, bertempat di halaman Kantor Camat Brang Rea Desa Tepas pada Kamis malam, (03/09/2026).
Pertandingan yang dimulai pada 22.00 Wita berlangsung sengit tersebut telah memasuki kedudukan 1-1.
Situasi mulai memanas setelah keputusan wasit dan hakim garis pada salah satu poin yang dipersoalkan oleh Seminar saat Rarak 1 : 9 point dan Seminar : 6 point, putusan awal dari wasit dan hakim garis menyatakan bola out namun panitia mengambil alih keputusan dengan mengatakan Tanding ulang.
Menurut Suhar Diansa selaku Official dari tim Rarak 1 mengatakan “Kami tidak mempermasalahkan keputusan dan tidak melakukan protes. Kami justru menunggu pertandingan dilanjutkan. Tetapi setelah persoalan terjadi, kami merasa tim Rarak justru seperti menjadi pihak yang harus bertanggung jawab atas kebuntuan ini”.
Menurut kronologi yang disampaikan pihak Rarak, pada awalnya panitia memberikan beberapa opsi penyelesaian, salah satunya memberikan waktu sekitar dua jam untuk mencari keputusan bersama. Namun hingga batas waktu yang disepakati bersama kedua tim tidak mendapat titik terang agar diterima oleh kedua bela pihak.
“Persoalan kemudian berkembang karena muncul kembali beberapa opsi penyelesaian. Pihak Rarak menilai situasi tersebut justru membuat beban penyelesaian seolah-olah lebih banyak diarahkan kepada tim Rarak, meskipun menurut mereka tim Rarak tidak melakukan protes ataupun menolak keputusan pertandingan” tutur Official yang akrab disapa Iyan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan bagi pihak Rarak adalah kepastian aturan dan konsistensi keputusan panitia, jika sejak awal sudah ditentukan mekanisme penyelesaian dengan batas waktu tertentu, maka menurut mereka semestinya keputusan tersebut menjadi dasar bersama agar persoalan tidak semakin berlarut.
Terhentinya pertandingan bukan hanya berdampak pada pertandingan Rarak 1 kontra Seminar. Persoalan tersebut juga berpotensi mempengaruhi jalannya turnamen secara keseluruhan. Pasalnya, menurut jadwal tim putri Rarak dijadwalkan kembali bertanding esok bersamaan dengan tim putra Rarak 2 pada Jum’at, (04/09/2026).
Iyan juga menyatakan bahwa apabila persoalan pertandingan malam ini tidak mendapatkan penyelesaian yang dianggap adil dan jelas, mereka mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan keikutsertaan dalam turnamen.
“Sikap tersebut, menurut kami bukan bentuk keinginan untuk mengacaukan turnamen, melainkan bentuk kekecewaan terhadap proses penyelesaian persoalan yang dinilai belum memberikan kepastian” tegasnya.
Melihat pihak panitia penyelenggara memberikan keputusan yang kurang jelas dan tidak transparan terkait pertimbangan apa saja sebagai dasar pengambilan keputusan terkait persoalan dalam pertandingan.
“Kami datang untuk bertanding, bukan untuk mencari masalah, kami menghormati panitia, wasit, hakim garis dan seluruh peserta, tetapi kami juga ingin diperlakukan secara adil, jangan sampai karena ada persoalan dalam satu pertandingan, justru tim yang tidak melakukan protes ikut menjadi pihak yang disalahkan,” ujar Iyan.
Menurut pengamatan, peraturan dari panitia berubah-ubah, sebelum berita dimuat terkonfirmasi solusi yang diberikan panitia yakni Rarak 1 dan Seminar terancam didiskualifikasi jadi peserta pertandingan jika tidak mengikuti putusan Panitia. [gep]











