SUMBAWA, infoaktualnews.com – Sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, SMK Negeri 1 Sumbawa Besar untuk pertama kalinya menggelar Sholat Istisqo (salat memohon hujan) di halaman depan sekolah, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMKN 1 Sumbawa Besar untuk memanjatkan doa bersama kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, serta manfaat bagi seluruh makhluk hidup.

Pelaksanaan Sholat Istisqo ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Imtaq (Iman dan Takwa) sebagai bagian dari pembinaan karakter religius peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, sekolah tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mendorong terbentuknya pribadi siswa yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Plt. Kepala SMKN 1 Sumbawa Besar, Syaifullah, ST., M.M.Inov., dalam arahannya mengajak seluruh siswa untuk senantiasa meningkatkan semangat belajar, memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, serta meninggalkan berbagai aktivitas yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan mereka.

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti yang baik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Imtaq yang dirangkaikan dengan Sholat Istisqo merupakan salah satu wadah pembinaan spiritual bagi siswa agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan para siswa mampu memahami pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia.
“Anak-anak harus memaksimalkan waktu untuk belajar, mengisi hari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat, serta menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan. Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan budi pekerti,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Zainul Muhtar, S.Pd.I., selaku guru Pendidikan Agama Islam SMKN 1 Sumbawa Besar, usai pelaksanaan Sholat Istisqo menyampaikan tausiah keagamaan tentang makna hujan dalam perspektif Islam.
Ia menjelaskan bahwa hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit, melainkan salah satu tanda kasih sayang dan rahmat Allah SWT kepada seluruh makhluk-Nya. Kehadiran hujan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, mulai dari memenuhi kebutuhan air bersih, mengairi lahan pertanian, hingga menjaga keseimbangan alam.
Menurutnya, ketika manusia menghadapi kondisi kekeringan dan berharap turunnya hujan, sudah sepatutnya momentum tersebut dijadikan bahan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ia kemudian mengingatkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 96:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96).
Ustaz Zainul menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung pelajaran mendalam tentang pentingnya keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan manusia. Keberkahan tidak hanya berkaitan dengan melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga mencakup ketenteraman hidup, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta terpeliharanya hubungan antarsesama.
“Jangan-jangan kita terlalu sibuk meminta hujan, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” ungkapnya dalam pesan tausiah di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa taubat tidak cukup hanya dengan mengucapkan istighfar melalui lisan. Taubat yang sesungguhnya harus dibuktikan melalui perubahan sikap dan perbuatan.
Di antaranya dengan meninggalkan dosa, menyesali kesalahan yang pernah dilakukan, memiliki tekad kuat untuk tidak mengulanginya, serta mengembalikan hak orang lain apabila pernah mengambil atau merugikannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zainul mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan tiga amalan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengakuan atas segala kekhilafan dan dosa sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT.
Kedua, memperbaiki kualitas salat dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dapat menjauhkan manusia dari rahmat-Nya.
Ketiga, memperbanyak doa, sedekah, dan kepedulian sosial, sehingga keberadaan setiap manusia dapat memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.
Jangan Menunggu Hujan Turun untuk Bersyukur
Menutup tausiah, Ustaz Muhammad Zainul Muhtar menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh jamaah agar menjadikan momentum Sholat Istisqo sebagai kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
“Jamaah yang dimuliakan Allah, jangan menunggu hujan turun baru kita bersyukur. Jangan menunggu musibah datang baru kita mengingat Allah. Jangan menunggu ajal mendekat baru kita bertaubat,” pesannya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar SMKN 1 Sumbawa Besar untuk senantiasa membasahi bumi dengan doa, membasahi lisan dengan istighfar, serta membasahi hati dengan air mata taubat.
Menurutnya, setiap ujian yang dihadapi hendaknya menjadi pengingat bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, bukan bencana; membawa keberkahan, bukan kerusakan. Semoga setiap tetes hujan yang turun menjadi sumber kehidupan dan kebaikan bagi seluruh makhluk-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutupnya.
Melalui kegiatan perdana Sholat Istisqo yang dirangkaikan dengan Imtaq tersebut, SMKN 1 Sumbawa Besar berharap tumbuhnya kesadaran religius di kalangan peserta didik. Sekolah juga berkomitmen menjadikan pembinaan keimanan, ketakwaan, serta penguatan karakter sebagai bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
(IA)











